|
TANTANGAN PENDIDIKAN INDONESIA |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 28 January 2010 03:08 |
|
Page 1 of 3 PENDAHULUAN Pendidikan nasional saat ini mengalami disorientasi sehingga semakin menurun kualitas dan relevansinya. Tidak seperti yang diduga banyak orang dan pejabat, isu stratejiknya bukan disintegrasi pendidikan nasional, tapi disorientasinya. Jika integrasi dijadikan tujuan stratejik, ini bisa dibaca oleh banyak kalangan sebagai resentralisasi pendidikan. Jika ini yang terjadi, maka persoalan yang sudah terbukti terjadi selama Orde Baru dan berlangsung hingga saat ini adalah irelevansi pendidikan nasional untuk Indonesia yang luas secara geografis dengan keragaman spasial, sosial-budaya dan ekonomi yang luar biasa. Di zaman otonomi daerah serta demokrasi partisipatoris ini, resentralisasi adalah kebijakan yang mundur ke belakang. Penurunan kualitas pendidikan nasional bisa dilihat dari fakta bahwa untuk sebuah Ujian Nasional diperlukan sistem pengawasan berlapis agar pelaksanaan Ujian Nasional tersebut bisa dipercaya. Dengan kata lain, jika rumusan tujuan pendidikan “membentuk manusia Indonesia yang berakhlaq mulia” dianggap serius, Ujian Nasional yang mensyaratkan sistem pengawasan berlapis dalam SOP-nya jelas-jelas menunjukkan kegagalan pembangunan pendidikan. Bahkan dengan sistem pengawasan berlapis dan independen inipun, para Rektor PTN tetap tidak mengakui kredibilitas hasil Ujian Nasional.
|